Cahya's Website

Personal website of Cahya DSN

 :: BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM - In the Name of Allah, Most Gracious, Most Merciful

Wednesday, February 23, 2005

Hanya Dalam Diam Kita Dapat Memperhatikan

Saat kita tak memiliki kata-kata yang perlu dibicarakan, diamlah. Cukup mudah untuk mengetahui kapan waktunya berbicara. Namun, mengetahui kapan kita harus diam adalah hal yang jauh berbeda. Salah satu fungsi bibir adalah untuk dikatupkan. Bagaimana kita bisa memperhatikan dan mendengarkan dengan lidah yang berkata-kata. Diamlah demi kejernihan pandangan kita. Orang yang mampu diam di tengah keinginan untuk berbicara mampu menemukan kesadaran dirinya.

Butiran mutiara indah hanya bisa tercipta bila kerang mutiara mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Sekali ia membuka lebar-lebar cangkangnya, maka pasir dan kotoran laut segera memenuhi mulutnya. Inilah ibarat, kekuatan kita untuk diam. Kebijakan seringkali tersimpan rapat dalam diamnya para bijak. Untuk itu, kita perlu berusaha membukanya sekuat tenaga. Bukankah pepatah mengatakan, "diam adalah emas".

Sekali kita membuka mulut, kita akan temui betapa banyak kalimat-kalimat meluncur tanpa disadari. Mungkin sebagian kecil kata-kata itu tidak kita kehendaki. Seringkali orang tergelincir oleh kerikil kecil, bukan batu besar.

Monday, January 10, 2005

Tak Pernah Terlalu Tua Untuk Berusaha

Jangan risaukan berapa usia kita sekarang. Pepatah mengatakan, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Bahkan, tiada kata terlambat untuk memulai langkah di jalan keberhasilan kita. Bagaimana pun umur sudahlah lewat dan tak perlu ditarik kembali. Tak perlu juga berpanjang-panjang menyesali betapa sedikit yang telah kita raih dalam umur kita. Yang kita miliki adalah saat ini. Dan saat ini selalu saat yang tepat untuk merasakan hal baru. Lepaskan tambatan kita dengan masa lalu.

Mahatma Gandhi memulai perundingan demi kemerdekaan India di usia 77. Dan kita semua tahu, India mendapatkan kemerdekaannya. Bertahun-tahun, Nelson Mandela menyerukan kebangkitan bangsa Afrika Selatan dari balik terali penjara. Dan kita semua tahu, ia menjadi presiden Afrika Selatan di usia 75. Masih panjang daftar pembaharu dunia yang menapaki keberhasilannya di usia senja. Bila demikian masihkah kita beranggapan bahwa kita terlalu tua untuk berusaha?

Berupayalah seolah-olah kita hidup selamanya. Namun raihlah kebahagiaan kita seolah-olah esok akan mati.

Wednesday, January 05, 2005

Nikmatilah Pekerjaan Kita

Sudah terlalu banyak orang yang mengeluh betapa pekerjaan mereka sungguh tak menyenangkan. Tak perlu kita menambah daftar panjang ini. Memang pekerjaan yang diangankan tidak selalu bisa diraih. Namun menikmati pekerjaan bukan soal apakah kita mengangankan pekerjaan itu atau tidak. Menikmati adalah bagaimana kita menghargai diri kita sendiri. Semakin kita mampu menghargai bahwa kita bisa mengerjakannya lebih baik, semakin kita penuh menikmati apa yang kita kerjakan.

Anak-anak kecil yang bermain di pantai tahu bagaimana menikmati apa yang mereka kerjakan. Membangun istana pasir boleh jadi adalah kegiatan yang paling menjengkelkan. Itu bila kita menganggap ombak laut selalu menghancurkan istana megah yang baru saja dibentuk. Namun, bila kita menganggap ombak sebagai bagian dari permainan ini, maka tiada alasan bagi kita untuk tidak membangun istana pasir yang jauh lebih megah. Menikmati pekerjaan adalah memahami setiap hal sebagai bagian dari permainan. Dan, bukankah sesungguhnya semua ini hanyalah permainan?

Maka kerjakan segala sesuatunya lebih baik. Ini bukan hanya memberikan lebih banyak keberhasilan. Tetapi, juga memberikan lebih banyak hal yang bisa kita nikmati. Dan hidup kita pun jauh lebih menyenangkan.