Cahya's Website

Personal website of Cahya DSN

 :: BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM - In the Name of Allah, Most Gracious, Most Merciful

Tuesday, August 31, 2004

Terimalah Kesalahan Apa Adanya

Bila kita tak pernah melakukan kesalahan, ada baiknya kita melihat lagi langkah kita. Jangan-jangan kita tak melangkah setapak pun. Kesalahan memang tak mengenakkan, namun seorang optimis lebih banyak belajar dari kesalahan daripada dari keberhasilan. Kesalahan menuntun kita untuk mempelajari kembali sesuatu yang terjadi. Bukan cuma itu, kesalahan memimpin kita untuk mengambil tindakan yang lebih baik. Kesalahan adalah kawan baik yang mengatakan secara samar apa yang harus kita kerjakan.

Colombus melakukan "kesalahan" yang besar dalam perjalanannya mencari jalur ke India, yaitu menemukan benua Amerika. Namun bertahun-tahun kemudian, jutaan orang mengikuti "kesalahan" tersebut untuk menuai kemakmuran hidup mereka. Masihkah kita menganggapnya sebagai kesalahan?

Lihatlah kesalahan apa adanya. Jauhkan prasangka, kesedihan dan ratapan bila kesalahan menimpa kita. Karena, di balik kesalahan tersimpan kesempatan yang tersembunyi.

Monday, August 30, 2004

Masalah adalah Hadiah

Bila kita menganggap masalah sebagai beban, kita mungkin akan menghindarinya. Bila kita menganggap masalah sebagai tantangan, kita mungkin akan menghadapinya. Namun, masalah adalah hadiah yang dapat kita terima dengan suka cita. Dengan pandangan tajam, kita melihat keberhasilan di balik setiap masalah. Itu adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapi dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses kita. Tanpa masalah, kita tak layak memasuki jalur keberhasilan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.

Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, eraman hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tebing yang tinggi. Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku. Sesaat kemudian, bukan kematian yang mereka terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang.

Bila kita tak berani mengatasi masalah, kita tak kan menjadi seseorang yang sejati.

Friday, August 27, 2004

Singkirkan Ketakutan, Raihlah Kebebasan

Jalan keberhasilan ini adalah milik kita. Pada saat kita menyadari bahwa kita bertanggungjawab penuh atas segala sesuatunya, dan kita tak menemukan alasan apa pun untuk menyalahkan orang lain, di saat itulah kita menemukan jalan kita sendiri. Di saat itulah kita menyadari kebebasan dan hilangnya ketakutan. Hanya kita yang mampu memikul hidup kita, bukan orang lain.

Bila kita menganggap hidup adalah suatu tugas, tunaikanlah. Bila kita menganggap hidup adalah beban, pikullah. Bila kita menganggap hidup adalah harta karun yang tak terhingga, berbagilah. Kerjakan yang terbaik dari diri kita.

Tujuan hidup akan kita temukan di saat kita menjalani perjalanan kita. Dan yang terpenting, kita tak kan menemukan apa-apa bila diam tak melakukan sesuatupun.

Thursday, August 26, 2004

Jangan Pandang Hutan dari Semaknya

Tak ada sesuatu dalam hidup ini yang perlu ditakutkan. Kita hanya perlu untuk mengerti. Ketakutan berasal dari keterbatasan pikiran. Bukalah pikiran untuk memahami ketakutan kita. Maka kita akan menemukan keberanian untuk menghadapinya. Jangan sembunyikan, tunda atau berhenti untuk memecahkan masalah kita. Karena bahayanya bukan karena masalah itu semakin membesar, namun pikiran kita yang semakin kerdil; pandangan kita yanng semakin sempit.

Berjalan menuju keberhasilan kita adalah berjalan di hutan lebat. Jangan berhenti hanya semak belukar. Dan jangan pandang hutan dari semaknya belaka. Kita harus mampu melewatinya.

Sekali kita mampu mengatasi ketakutan, kita memiliki ketahanan untuk menghadapi kesulitan serupa. Pahami bahwa semua itu sangat baik bagi kekuatan kita untuk menghadapi kesulitan yang lebih besar.

Wednesday, August 25, 2004

Berkacalah Pada Diri Sendiri

Ketika dua cermin saling berhadapan, akan muncul pantulan yang tak terhingga. Begitulah bila kita mau bercermin pada diri kita sendiri. Kita akan menemukan bayangan yang terhingga. Bayangan itu adalah kemampuan kita yang luar biasa; ketakterbatasan yang memberi kekuatan untuk menembus batas rintangan diri. Berkacalah pada diri sendiri, maka kita akan menemukan kekuatan.

Singkirkan cermin diri orang lain. Karena di sana kita hanya akan melihat kekurangan dan kelemahan kita dibanding orang lain. Lebih buruk lagi, kita hanya akan menemukan ketidakpuasan diri. Dan ini akan menjerumuskan kita kedalam jurang kekecewaan. Kita bukan orang lain. Kita adalah kita yangmemiliki jalan keberhasilan sendiri.

Mulailah hari ini dengan menatap wajah kita. Carilah bayangan yang tak terhingga itu. Di sana ada kekuatan yang akan membawa kita ke puncak keberhasilan.

Tuesday, August 24, 2004

Milikilah Keceriaan Kanak-kanak

Tujuan adalah kebahagiaan kita. Dan kebahagiaan haruslah menjadi tujuan kita. Kebijakan sejati mengatakan bahwa kebahagiaan tidak terletak jauh dimana. Kebahagiaan tertanam di dalam diri kita sendiri. Kita hanya perlu menemukannya. Sayangnya kebahagiaan seringkali tertimbun oleh endapan rasa takut dan sedih akibat hal-hal di luar diri kita. Untuk itu kita harus menyingkirkannya; yaitu dengan memutuskan untuk tetap berbahagia. Dunia mungkin membuat kita bersedih namun dunia tak boleh memiliki kita. Di dalam diri kita harus berjuang keras untuk tidak di batasi oleh kejadian luar. Di dalam kita tetap memiliki kebahagiaan.

Mengapa tak kita perhatikan sorot mata antusias anak-anak? Mereka tetap menemukan permainannya meski di tengah panas terik dan hujan lebat. Mereka melakukan itu karena dorongan keceriaan dan kebahagiaan dari dalam diri.Diri dalam mereka tidak dibatasi oleh dunia luar. Sedangkan orang tua mereka mungkin menggerutu karena teriknya matahari atau lebatnya hujan.

Bukankah,orang bijak adalah orang yang tidak kehilangan kegembiraan kanak-kanaknya?

Monday, August 23, 2004

Kita Memerlukan Keberanian Untuk Sukses

Seperti pucuk-pucuk pohon, semakin tinggi kita berdiri semakin kencang angin menerpa. Seperti puncak-puncak gunung, semakin tinggi kita memanjat, semakin sendiri para pendaki. Berada di atas berarti berada di medan yang semakin berat. Karenanya hanya pendaki-pendaki tangguh saja yang berhasil menjejakkan kakinya di sana. Kita memerlukan keberanian untuk berhasil.

Kita harus meneguhkan tekad dan memompakan keberanian. Kita tahu apa yang terjadi selama perjalanan menuju keberhasilan. Tak ada jalan mudah. Namun bila kita tak memulainya, kita takkan kemana-mana. Kecuali tetap berada disitu; di lingkaran nol besar kita.

Jangan gentar untuk melangkah sekecil apapun. Tak perlu peduli apakah kita kelak bisa menjejakkan kaki di puncak,jangan sampai kita kehilangan keberanian

Friday, August 20, 2004

Perhatikan Integritas Kita

Bukan karena kita tak memiliki seorang pun pengikut, kita tak berhak disebut pemimpin. Setiap dari kita tak lepas dari seorang pengikut, yaitu diri kita sendiri. Sebelum memimpin orang lain, kita harus mampu memimpin diri, intelegensi dan perasaan kita sendiri. Pemimpin sejati mencemaskan apa yang terjadi dalam diri sendiri lebih dari apa yang terjadi di belakang mereka.

Karenanya, satukan pikiran, perasaan dan tindakan pada tujuan. Maka kita akan memiliki integritas. Karenanya, pimpinlah diri kita sendiri lebih baik daripada orang lain. Maka kita akan menjadi teladan. Karenanya tunjukkan bahwa kita bertanggungjawab penuh pada diri dan tujuan. Maka kita akan meraih kepercayaan.

Tidak ada harga murah bagi sebuah kepercayaan. Hanya integritas kuatlah yang mampu membayarnya tunai

Thursday, August 19, 2004

Meminta Maaf melalui Tindakan

Jangan berpikir bahwa meminta maaf akan membenahi semua persoalan. Kata-kata di bibir takkan bisa menambal perahu bocor. Tindakanlah yang menyelamatkan hubungan dari keretakan dan luka yang lebih dalam.

Tidakkah cukup jelas bagi kita bahwa kata-kata dan tindakan adalah dua hal yang berbeda. Tak mudah orang percaya begitu saja pada permintaan maaf -meski kita ucapkan itu berbelas-belas kali dalam sehari. Orang ingin melihat sebuah tindakan untuk meluruskan kesalahan. Kecil pun tak apa. Orang ingin merasakan ketulusan tampak dari keringat kita. Orang ingin menemukan kesungguhan dari permintaan maaf kita.

Kata-kata mungkin bersayap, namun tindakan adalah dahan untuk hinggap