Cahya's Website

Personal website of Cahya DSN

 :: BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM - In the Name of Allah, Most Gracious, Most Merciful

Thursday, November 25, 2004

Orang Bebas adalah Mereka Yang Bertanggung Jawab Penuh

Di hari kita menyatakan bertanggung jawab atas semua tindakan kita, termasuk kegagalan, di saat itulah kita memahami arti kebebasan. Banyak orang mencari kebebasan dengan menyudutkan orang lain atas kegagalan yang terjadi. Ini bukanlah kebebasan. Ini adalah ketakutan. Bila kita telah bertekad menempuh jalan keberhasilan, yang kita perlukan adalah rasa bebas dan keberanian.

Pepatah mengatakan, semakin tinggi cemara semakin kencang angin menerpa. Berdiri di puncak keberhasilan memerlukan keberanian yang tinggi. Bukan hanya karena persoalan yang kita hadapi semakin sulit. Namun, yang terpenting adalah kita harus mempertanggungjawabkan semuanya sendiri. Tak ada tempat lagi untuk meletakkan beban kita kecuali pundak kita sendiri. Semua itu membutuhkan satu kualitas, yaitu keberanian.

Sungguh berbeda antara keberanian dengan ketakutan. Kebebasan melahirkan keberanian dan tanggung jawab. Kita tak pernah tiba di puncak dengan melemparkan tanggung jawab pada orang lain.

Friday, November 05, 2004

Raihlah Sukses Dengan Membantu Orang Lain Sukses

Ada dua cara untuk mendaki karier kita. Menginjak pundak orang lain, atau meminta orang lain mengangkat kita. Keduanya bisa membawa kita ke atas. Bedanya hanya pada berapa lama kita sanggup bertahan di sana. Mungkin kita beranggapan, tak semua orang mau menolong kita. Bukankah mereka disibukkan dengan langkah mereka sendiri. Jika demikian, mulailah dengan menolong orang lain meraih keberhasilan.

Dalam lomba panjat pinang, kita harus merelakan pundak kita diinjak oleh orang lain. Dan pundak orang di atas kita pun diinjak oleh orang lain lagi. Menaklukkan licinnya pinang tak bisa dilakukan sendiri. Sadarilah ketika kita di atas karier, sadar atau tidak, kita mungkin telah menginjak pundak orang lain. Atau, orang lain telah membantu kita naik. Seorang bijak pernah berkata, raihlah sukses dengan membantu orang lain menggapai sukses mereka.

Karier kita harus ditopang oleh tiang kokoh. Yaitu, keberhasilan orang-orang di sekitar kita berkat bantuan kita.

Thursday, November 04, 2004

Singkirkan Keterburu-buruan, Tingkatkan Kesiagaan

Bekerjalah lebih cepat. Lebih cepat. Lebih cepat. Tak usah heran bila sekejap saja kita terperangkap dalam kesulitan. Banyak orang menganggap lebih cepat lebih baik. Sehingga mereka menggerakkan tangan, kaki dan tubuhnya sedemikian rupa. Namun, dalam kenyataannya bekerja lebih cepat seringkali berarti bekerja lebih keras. Yang kita perlukan adalah bekerja lebih cerdik. Kecerdikan tidak bertumpu pada kecepatan. Namun, pada kesiagaan dan keterjagaan. Kesiagaan menuntun kita pada ketajaman melihat, yang mungkin tak kita dapatkan saat berlari kencang.

Kita hidup di jaman yang menghargai kecepatan. Komputer tercepat yang kita miliki hari ini, esok cuma seonggok mesin lambat. Namun, kecepatan tak selalu mengalahkan kecerdikan. Juara balap formula satu bukanlah pembalap tercepat di lintasan. Ia pembalap yang paling sigap dan waspada. Ia pembalap yang paling cerdik mengatur kapan harus menikung, mengerem bahkan berhenti untuk mengisi bahan bakar.

Tujuan tak mungkin tercapai dengan terburu-buru. Bersikaplah tenang, kitapun jadi pemenang. Tujuan kita takkan lari jauh kemana.

Monday, November 01, 2004

Carilah Sisi Baik Orang Lain

Satu-satunya hal yang akan ditunjukkan oleh orang lain, bila kita meminta, adalah sisi baiknya. Orang cenderung menutupi kelemahannya. Orang selalu berharap kebaikannya bisa dirasakan oleh orang lain. Bila kita memuji dengan tulus kebaikan seseorang, ia akan berbuat lebih baik lagi. Bila kita menunjukkan minat dan penghargaan pada karya seseorang, ia akan melakukan lebih bagus lagi. Jadi, untuk apa mencari sisi buruk orang lain. Ini bukan saran agar kita menjadi menyenangkan dan disukai oleh orang. Namun, agar kita bertindak efektif, produktif dan efisien. Bukankah tujuan manajemen kita adalah menggali apa yang lebih baik dari organisasi kita?

Bila kita mencela lukisan anak TK, ia takkan menggambar lagi untuk kita. Bila kita mencemooh hasil kerja tukang batu, ia takkan memenuhi panggilan kita lagi. Mencari sisi baik orang lain, bukan sekedar memuji. Namun memberikan kepercayaan. Hanya orang yang percaya yang mau mengeluarkan seluruh kemampuannya. Pada akhirnya, dengan mencari sisi baik orang lain, kita akan menemukan sisi baik kita sendiri. Yaitu, kita mampu menemukan hidup yang penuh kebaikan.

Carilah sisi baik orang lain, kita akan mendapatkannya.